Jalan Tol Semarang Solo

Jalan tol Semarang Solo memiliki panjang 75,67 km akan membentang di antara 2 kota utama di Provinsi Jawa Tengah yaitu Kota Semarang dengan Kota Solo. Jalan tol tersebut melalui 6 daerah kabupaten/kota yaitu Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Kota Salatiga, Boyolali, Karanganyar, dan Sukoharjo.

Pembangunan jalan Tol Semarang-Solo dibagi menjadi 2 tahap yang terdiri dari ruas Semarang-Bawen dan ruas Bawen-Solo. Ruas Semarang-Ungaran sepanjang 14,1 km menghubungkan Semarang dengan Ungaran. Pengerjaan konstruksi dibagi dalam 3 paket pekerjaan yang masing - masing dikerjakan oleh kontraktor yang berbeda.



Model pekerjaan yang sama juga dilakukan pada ruas Ungaran-Bawen dengan 3 paket pekerjaan konstruksi (IV, V dan VI). Cara ini diharapkan dapat mempercepat penyelesaian konstruksi pembangunan jalan Tol Semarang Solo

Total investasi yang diperlukan untuk pembangunan Jalan Tol Semarang – Solo sebesar Rp. 6,2 Trilyun, yang berasal dari equity PT. Trans Marga Jateng dan Pinjaman dari Sindikasi Perbankan.

Equity PT. Trans Marga Jateng berasal dari setoran modal para pemegang saham, yaitu PT. Jasa Marga sebesar 60% dan PT. Sarana Pembangunan Jawa Tengah sebesar 40%. Sedangkan pinjaman dari sindikasi perbankan yang terdiri dari Bank BNI, Bank Mandiri, Bank BRI dan Bank Jateng senilai ± Rp. 4,7 Trilyun.

Jalan Tol Solo Semarang terbagi menjadi 5 seksi di antaranya 2 seksi telah selesai pengerjaannya dan telah beroperasi. Seksi I Semarang-Ungaran sepanjang 11 km mulai beroperasi sejak 17 November 2011. Dua setengah tahun kemudian tepatnya tanggal 4 April 2014 ruas tol Ungaran-Bawen sudah dapat dilewati.

Tarif tol yang dikenakan untuk Semarang-Ungaran sebesar Rp6.500, Ungaran-Bawen Rp7.000, dan Semarang-Bawen Rp13.500.

Ruas Bawen - Salatiga

Ground breaking Ruas Bawen Solo seksi III Bawen - Salatiga sepanjang 7,29 km sudah dilaksanakan tanggal 9 Juli 2015 oleh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. Dijadwalkan pembangunan selesai sampai 13 bulan ke depan dengan target sebelum lebaran 2016 sudah beroperasi.

Data terbaru menunjukkan pekerjaan fisik di lapangan per 3 Juni 2016 masih berjalan 43,8 persen. Untuk bisa difungsikan sementara pada saat mudik Lebaran 2016, progres fisik harus mencapai 60 persen.

Progres Jalan Tol Semarang Solo



Kontraktor proyek Semarang-Solo seksi III Bawen-Salatiga mencakup PT Adhi Karya (Persero) Tbk., PT PP (Persero) Tbk., PT Nindya Karya (Persero) dan PT Jaya Konstruksi (KSO). Masing-masing kontraktor mengerjakan pembangunan tol Bawen Salatiga per paket.

Paket I ruas Bawen-Polosari 3,49 km dikerjakan PT Adhi Karya. Paket II ruas Polosari-Sidorejo sepanjang 6,8 km dibawah kendali PT PP dan Paket III ruas Sidorejo-Tengaran 4,309 km dikerjakan PT Nindya Karya dan PT Jaya Konstruksi.