Feb 21, 2017

Besaran Santunan Jasa Raharja Naik 2x Lipat

Mulai pertengahan tahun 2017 PT Jasa Raharja akan menaikkan jumlah santunan kepada korban kecelakaan penumpang umum (darat dan laut) dan korban lalu lintas jalan. Besaran kenaikan mencpai 100% atau dua kali lipat dari jumlah santunan sebelumnya. Peningkatan dengan persentase yang sama 100% juga diberikan kepada korban lalu lintas jalan.

Namun untuk korban kecelakaan udara besaran santunan tidak mengalami perubahan. Dengan kata lain jumlah santunan korban kecelakaan udara sama dengan korban kecelakaan lalu lintas jalan dan laut.

Pertimbangan utama pemerintah menaikkan besaran santunan diakernakan meningkatnya kebutuhan hidup dan inflasi. Hal tersebut berhubungan dengan kenaikan biaya rumah sakit, obat-obatan, dan kenaikan biaya penguburan. Di saat yang bersamaan data menunjukkan proporsi jumlah penumpang yang mengalami kecelakaan atau jumlah korban kecelakaan lalu lintas juga cenderung menurun atau cenderung flat.

Peningkatan nila santunan juga untuk memberikan manfaat baru berupa penggantian biaya pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) dan penggantian biaya ambulance yang sebelumnya belum ditanggung Jasa Raharja.

Iuran Tetap

Pemberlakuan besaran santunan yang baru ini berdasarkan peraturan Menteri Keuangan yang terbit pada tanggal 13 Februari 2017 yakni:
  • PMK No 15/PMK.010/2017 tentang besar santunan dan iuran wajib dana pertanggungan wajib kecelakaan penumpang alat angkutan penumpang umum di darat, sungai/danau, feri/penyeberangan, laut, dan udara.
  • PMK No 15/PMK.010/2017 tentang besar santunan dan sumbangan wajib dana kecelakaan lalu lintas jalan
Dalam kedua PMK ini, iuran wajib berdasarkan jenis alat angkutan penumpang umum maupun sumbangan wajib sesuai golongan kendaraan sama-sama tidak mengalami kenaikan.

Disebutkan juga dalam PMK ketentuan kenaikan santunan ini berlaku mulai 1 Juni 2017. Namun dari keterangan Menteri Keuangan ketentuan ini berlaku secara efektif tanggal 1 Juli 2017. Hal ini bertujuan untuk memberikan waktu yang cukup kepada PT Jasa Raharja (Persero) dalam melakukan persiapan yang dibutuhkan, antara Iain penyesuaian sistem dan teknologi pendukung, serta melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan pihak-pihak terkait lain.

Besaran Santunan


1. Ahli waris dari penumpang yang meninggal dunia Rp 50.000.000
2. Korban cacat tetap berhak atas santunan yang dihitung berdasarkan persentase dengan ketentuan sebagai berikut:


3. Korban yang memerlukan perawatan dan pengobatan berhak atas santunan berupa:
  • Penggantian biaya perawatan dan pengobatan dokter paling banyak Rp 20.000.000 sementara untuk penumpang angkutan udara maksimal Rp 25.000.000
  • Biaya ambulans atau kendaraan yang membawa korban ke fasilitas kesehatan maksimal Rp 500.000
  • Biaya pertolongan pertama pada Kecelakaan maksimal Rp l.000.000
Jika korban meninggal dunia akibat Kecelakaan alat Angkutan lalu lintas jalan tidak mempunyai ahli waris, kepada pihak yang menyelenggarakan penguburan diberikan penggantian biaya penguburan sebesar Rp 4.000.000.

Feb 17, 2017

Upah Minimum Sektoral Kabupaten Kota di Banten 2017

Melalui keputusan Gubernur Banten Nomor 561/Kep.643-Huk/2016 upah minimum sektoral (UMSK) Kota Tangerang dan Kota Cilegon resmi ditetapkan. Besaran angka UMSK diperhitungkan berdasarkan persentase dari UMK.
Kota Tangerang
UMSK Kota Tangerang tahun 2017 dibagi menjadi 5 sektor dengan besaran masing-masing :
  1. Sektor 1 ditambah 15% dari UMK atau Rp 3.789.337
  2. Sektor 2 ditambah 10% dari UMK atau Rp 3.624.583
  3. Sektor 3 ditambah 5% dari UMK atau Rp 3.459.830
  4. Sektor 4 ditambah 3,1% dari UMK atau 3.397.223
  5. Sektor 5 besaran UMSK ditentukan berdasarkan kesepakatan antara serikat pekerja/buruh dengan perusahaan.
Daftar UMSK Kota Tangerng 2017

Kota Cilegon
Upah minimum Kota Cilegon 2017 terbagi menjadi 3 sektor dengan rincian sebagai berikut:
  1. Sektor 1 sebesar 7 % dari UMK 2017 atau Rp 3.565.237
  2. Sektor 2 sebesar 5 % dari UMK 2017 atau Rp 3.498.598
  3. Sektor 2 sebesar 3 % dari UMK 2017 atau Rp 3.431.958
Daftar UMSK Kota Cilegon 2017

Feb 1, 2017

Update Tarif Listrik 1300 VA dan 2200 VA

Sesuai peraturan yang ada tarif listrik dapat berubah naik atau turun berdasarkan 3 faktor yang mempengaruhi yakni nilai rupiah terhadap dollar, harga minyak dan inflasi. Skema ini sering disebut tariff adjustment yang berlaku bagi 12 golongan tarif listrik  dan mulai berlaku per 1 januari 2015.

Namun untuk 2 golongan tarif listrik bagi rumah tangga dengan daya 1.300 VA dan 2.200 VA Pemerintah dan PLN mengambil kebijakan untuk menunda penerapannya. Baru mulai bulan Desember 2015 pelanggan PLN kedua golongan tersebut diberlakukan mekanisme tariff adjusment menyusul 10 golongan tarif lainnya.

Tarif Listrik per Februari dan Maret 2017

Tarif listrik untuk bulan Februari 2017 tidak mengalami perubahan, begitu pula tarif bulan Maret 2017 masih tetap sama. Hal ini berkaitan dengan rencana pemerintah untuk menyesuaikan tarif listrik setiap 3 bulan sekali. Dengan mekanisme baru ini tarif listrik baru akan disesuaikan pada bulan April 2017 mendatang.



Tarif Listrik per Januari 2017

Per 1 Januari 2017 tarif dasar listrik golongan rumah tangga dengan daya 1.300 VA dan 2.200 VA menjadi Rp1.467,28 per kWh.

Angka ini turun Rp 6 per kWh dibandingkan bulan Desember 2016, termasuk golongan lain juga mengalami penurunan. Tegangan menengah (TM) menjadi Rp1.114,74/kWh, tegangan tinggi (TT) menjadi Rp996,74/kWh, dan layanan khusus menjadi Rp1.644,52/kWh, selengkapnya lihat daftar ini:
  1. Daya 1.300 VA Rp 1.467 per kWh - turun Rp 5/kWh
  2. Daya 2.200 VA Rp 1.467 per kWh - turun Rp 5/kWh
  3. Daya 3.500 VA sampai dengan 5.500 VA Rp 1.467 per kWh - turun Rp 5/kWh
  4. Daya 6.600 VA ke atas Rp 1.467 per kWh - turun Rp 5/kWh
  5. Bisnis dan token prabayar Daya 6.600VA sampai dengan 200 kVA Rp 1.467 per kWh - turun Rp 5/kWh
  6. Bisnis Tegangan Menengah (TM) daya di atas 200 kVA Rp 1.115 per kvArh - turun Rp 6/kvArh
  7. Industri Tegangan Menengah (TM) daya di atas 200 kVA Rp 1.115 per kvArh - turun Rp 6/kvArh
  8. Industri Tegangan Tinggi (TT) daya 30.000 kVA ke atas Rp 997 per kvArh - turun Rp 7/kvArh
  9. Kantor Pemerintah dan token prabayar daya 6.600 VA sampai dengan 200 kVA Rp 1.467 per kWh - turun Rp 5/kWh
  10. Kantor Pemerintah Tegangan Menengah (TM) daya di atas 200 kVA Rp 1.115 per kvArh - turun Rp 6/kvArh
  11. Penerangan Jalan Umum dan token prabayar Rp 1.467 per kWh - turun Rp 5/kWh
  12. Layanan khusus Rp 1.645 - tetap

Tarif Listrik per Desember 2016

Tarif listrik bulan Desember 2016 naik dengan besaran kenaikan rata-rata Rp 10/kWh. Tarif listrik golongan rumah tangga dengan daya 1.300 VA dan 2.200 VA menjadi 1.473 per kWh.

Selengkapnya tarif listrik dan token prabayar per Desember 2016:
  1. Daya 1.300 VA Rp 1.473 per kWh - naik Rp 11/kWh
  2. Daya 2.200 VA Rp 1.473 per kWh - naik Rp 11/kWh
  3. Daya 3.500 VA sampai dengan 5.500 VA Rp 1.473 per kWh - naik Rp 11/kWh
  4. Daya 6.600 VA ke atas Rp 1.473 per kWh - naik Rp 11/kWh
  5. Bisnis dan token prabayar Daya 6.600VA sampai dengan 200 kVA Rp 1.473 per kWh - naik Rp 11/kWh
  6. Bisnis Tegangan Menengah (TM) daya di atas 200 kVA Rp 1.121 per kvArh - naik Rp 8/kvArh
  7. Industri Tegangan Menengah (TM) daya di atas 200 kVA Rp 1.121 per kvArh - naik Rp 8/kvArh
  8. Industri Tegangan Tinggi (TT) daya 30.000 kVA ke atas Rp 1004 per kvArh - naik Rp 7/kvArh
  9. Kantor Pemerintah dan token prabayar daya 6.600 VA sampai dengan 200 kVA Rp 1.473 per kWh - naik Rp 11/kWh
  10. Kantor Pemerintah Tegangan Menengah (TM) daya di atas 200 kVA Rp 1.121 per kvArh - naik Rp 8/kvArh
  11. Penerangan Jalan Umum dan token prabayar Rp 1.473 per kWh - naik Rp 11/kWh
  12. Layanan khusus Rp 1.645 - naik Rp 12


                      Tarif per November 2016

                      Tarif listrik pada November 2016 di Tegangan Rendah (TR) menjadi Rp 1.462/kWh naik Rp2/Kwh, Dengan kata lain tarif listrik golongan rumah tangga dengan daya 1.300 VA dan 2.200 VA menjadi 1.462 per kWh.

                      Sedangkan tarif listrik di Tegangan Menengah (TM) menjadi Rp 1.113/kWh (naik Rp2/Kwh), tarif listrik di Tegangan Tinggi (TT) menjadi Rp 996/kWh, dan tarif listrik di Layanan Khusus menjadi Rp 1.633/kWh.

                      Tarif per Oktober 2016

                      Tarif listrik bulan September relatif stagnan dengan kenaikan rata-rata Rp 2/kWh. Tarif listrik golongan rumah tangga dengan daya 1.300 VA dan 2.200 VA menjadi 1.460 per kWh. Selengkapnya tarif listrik dan token prabayar per September 2016:
                      1. Daya 1.300 VA Rp 1.460 per kWh - naik Rp 2/kWh
                      2. Daya 2.200 VA Rp 1.460 per kWh - naik Rp 2/kWh
                      3. Daya 3.500 VA sampai dengan 5.500 VA Rp 1.460 per kWh - naik Rp 2/kWh
                      4. Daya 6.600 VA ke atas Rp 1.460 per kWh - naik Rp 2/kWh
                      5. Bisnis dan token prabayar Daya 6.600VA sampai dengan 200 kVA Rp 1.460 per kWh - naik Rp 2/kWh
                      6. Bisnis Tegangan Menengah (TM) daya di atas 200 kVA Rp 1.111 per kvArh - naik Rp 2/kvArh
                      7. Industri Tegangan Menengah (TM) daya di atas 200 kVA Rp 1.111 per kvArh - naik Rp 2/kvArh
                      8. Industri Tegangan Tinggi (TT) daya 30.000 kVA ke atas Rp 995 per kvArh - naik Rp 1/kvArh
                      9. Kantor Pemerintah dan token prabayar daya 6.600 VA sampai dengan 200 kVA Rp 1.460 per kWh - naik Rp 2/kWh
                      10. Kantor Pemerintah Tegangan Menengah (TM) daya di atas 200 kVA Rp 1.111 per kvArh - naik Rp 2/kvArh
                      11. Penerangan Jalan Umum dan token prabayar Rp 1.460 per kWh - naik Rp 2/kWh
                      12. Layanan khusus Rp 1.630 - naik Rp 2
                      Tarif per September 2016

                      Tarif listrik bulan September naik relatif tinggi dengan peningkatan rata - rata 3 %. Bahkan tarif listrik bulan Sptember merupakan tarif tertinggi selama tahun 2016.

                      Untuk golongan dengan daya 1.300 VA dan 2.200 VA menjadi 1.458 per kWh atau naik Rp 48/kWh. Begitu pula golongan rumah tangga lainnya naik dengan besaran yang sama, selengkapnya tarif listrik dan token prabayar per September 2016:
                      1. Daya 1.300 VA Rp 1.458 per kWh - naik Rp 48/kWh
                      2. Daya 2.200 VA Rp 1.458 per kWh - naik Rp 48/kWh
                      3. Daya 3.500 VA sampai dengan 5.500 VA Rp 1.458 per kWh - naik Rp 48/kWh
                      4. Daya 6.600 VA ke atas Rp 1.458 per kWh - naik Rp 48/kWh

                      Tarif Listrik per 1 Agustus 2016

                      Dibandingkan bulan Juli 2016, Tarif listrik per 1 Agustus turun sebesar Rp 3/kWh untuk golongan dengan daya 1.300 VA dan 2.200 VA menjadi 1.410 per kWh.  Begitu pula golongan rumah tangga lainnya turun dengan besaran yang sama, selengkapnya tarif listrik dan token prabayar per Agustus 2016:
                      1. Daya 1.300 VA Rp 1.410 per kWh - turun Rp 3/kWh
                      2. Daya 2.200 VA Rp 1.410 per kWh - turun Rp 3/kWh
                      3. Daya 3.500 VA sampai dengan 5.500 VA Rp 1.410 per kWh - turun Rp 3/kWh
                      4. Daya 6.600 VA ke atas Rp 1.410 per kWh - turun Rp 3/kWh
                      5. Bisnis dan token prabayar Daya 6.600VA sampai dengan 200 kVA Rp 1.410 per kWh - turun Rp 3/kWh
                      6. Bisnis Tegangan Menengah (TM) daya di atas 200 kVA Rp 1.085 per kvArh - turun Rp 2/kvArh
                      7. Industri Tegangan Menengah (TM) daya di atas 200 kVA Rp 1.085 per kvArh - turun Rp 2/kvArh
                      8. Industri Tegangan Tinggi (TT) daya 30.000 kVA ke atas Rp 971 per kvArh - turun Rp 2/kvArh
                      9. Kantor Pemerintah dan token prabayar daya 6.600 VA sampai dengan 200 kVA Rp 1.410 per kWh - turun Rp 3/kWh
                      10. Kantor Pemerintah Tegangan Menengah (TM) daya di atas 200 kVA Rp 1.085 per kvArh - turun Rp 2/kvArh
                      11. Penerangan Jalan Umum dan token prabayar Rp 1.410 per kWh - turun Rp 3/kWh
                      12. Layanan khusus Rp 1.594 - turun Rp 54

                      Tarif Listrik per 1 Juli 2016

                      Dikutip dari beberapa portal berita Direktur Utama PLN mengatakan untuk periode Jul 2016 tarif listrik naik rata-rata Rp 8 per Kilo Watt hour (KWh) dibandingkan bulan Juni 2016. Namun kenyataannya berdasarkan rilis resmi dari PLN tarif listrik untuk 12 golongan mengalami kenaikan rata-rata Rp 44/kwh atau 4%, bahkan untuk golongan rumah tangga tarifnya mencapai Rp 1.412,66 per Kwh atau naik Rp 48 per KWh.

                      Berikut daftarnya:
                      1. Tarif listrik Rumah Tangga dan token prabayar daya 1.300 VA Rp 1.413 per kWh - naik Rp 48/kWh
                      2. Tarif listrik Rumah Tangga dan token prabayar daya 2.200 VA Rp 1.413 per kWh - naik Rp 48/kWh
                      3. Tarif listrik Rumah Tangga dan token prabayar daya 3.500 VA sampai dengan 5.500 VA Rp 1.413 per kWh - naik Rp 48/kWh
                      4. Tarif listrik Rumah Tangga dan token prabayar daya 6.600 VA ke atas Rp 1.413 per kWh - naik Rp 48/kWh

                      Tarif Listrik per 1 Juni 2016
                      1. Tarif listrik Rumah Tangga dan token prabayar daya 1.300 VA Rp 1.365 per kWh - naik Rp 11/kWh
                      2. Tarif listrik Rumah Tangga dan token prabayar daya 2.200 VA Rp 1.365 per kWh - naik Rp 11/kWh
                      3. Tarif listrik Rumah Tangga dan token prabayar daya 3.500 VA sampai dengan 5.500 VA Rp 1.365 per kWh - naik Rp 11/kWh
                      4. Tarif listrik Rumah Tangga dan token prabayar daya 6.600 VA ke atas Rp 1.365 per kWh - naik Rp 11/kWh

                      Tarif Listrik per 1 Mei 2016 

                      1. Tarif listrik Rumah Tangga dan token prabayar daya 1.300 VA Rp 1.353 per kWh - naik Rp 10/kWh
                      2. Tarif listrik Rumah Tangga dan token prabayar daya 2.200 VA Rp 1.353 per kWh - naik Rp 10/kWh
                      3. Tarif listrik Rumah Tangga dan token prabayar daya 3.500 VA sampai dengan 5.500 VA Rp 1.353 per kWh - naik Rp 10/kWh
                      4. Tarif listrik Rumah Tangga dan token prabayar daya 6.600 VA ke atas Rp 1.353 per kWh - naik Rp 10/kWh

                      Tarif Listrik per April 2016 

                      1.  Tarif listrik Rumah Tangga dan token prabayar daya 1.300 VA Rp 1.343 per kWh - turun Rp 12/kWh
                      2. Tarif listrik Rumah Tangga dan token prabayar daya 2.200 VA Rp 1.343 per kWh - turun Rp 12/kWh
                      3. Tarif listrik Rumah Tangga dan token prabayar daya 3.500 VA sampai dengan 5.500 VA Rp 1.343 per kWh - turun Rp 12/kWh
                      4. Tarif listrik Rumah Tangga dan token prabayar daya 6.600 VA ke atas Rp 1.343 per kWh - turun Rp 12/kWh

                      Jan 25, 2017

                      Upah Minimum Sektoral Kabupaten/Kota (UMSK) Jawa Timur 2017

                      UMSK Jatim 2017
                      Melalui peraturan Gubernur Jatim No 6 tahun 2017 tentang UMSK besaran upah minimum sektoral 2017 untuk Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo dan Kabupaten Pasuruan telah ditetapkan.

                      UMSK Kota Surabaya 2017 ditetapkan sebesar 5% dari UMK atau pada bilangan Rp 3.461.023. Formula hitungan ini tidak berbeda dengan rumus tahun lalu. Terdapat empat pembagian sektor yakni : perbankan, perbankan syariah, industri rokok dan cerutu dan industri kertas tissue.

                      UMSK Kabupaten Sidoarjo tahun 2017 dibagi dalam dua sektor yaitu sektor I ditetapkan 7 persen + UMK atau upahnya menjadi Rp3.521.156. Sektor ini meliputi industri cat, industri barang dari kaca, industri bubur kertas, industri logam dasar besi, industri konsentrat makanan hewan, industri rokok dan cerutu, industri barang dari kulit, serta industri suku cadang kendaraan.

                      UMSK Sektor II (industri roti, industri makaroni, pengolahan kopi, industri sabun dan deterjen, industri kimia dasar, dan industri alas kaki) bearannya diputuskan 5 persen + UMK atau Rp 3.455.340.

                      UMSK Kabupaten Pasuruan 2017 dibagi dalam tiga sektor :
                      • Sektor I (industri suku cadang kendaraan, industri alat musik, industri kertas tissue, industri logam dasar besi, dan industri mesin pertanian) 9% + UMK : Rp3.584.022.
                      • Sektor II (industri plastik, dan industri kembang gula) 7% + UMK : Rp3.518.260
                      • Sektor III (industri furniture dari kayu, serta industri barang dari kayu rotan dan gabus lainnya) 5% + UMK : Rp3.452.498

                      Sementara itu UMS Kabupaten Mjokerto 2017 dan UMSK Kabaupaten Gresik 2017 belum ditetapkan dikarenakan Gubernur Jawa Timur belum menerima usulan UMSK dari kepala daerah tersebut.
                      UMSK Jatim 2016
                      Gubernur Jawa Timur Soekarwo secara resmi sudah menandatangani Pergub No 80 Tahun 2015 tentang Upah Minimum Sektoral Kabupaten/Kota (UMSK) yang berlaku mulai Januari 2016.

                      Dengan ketetapan ini sudah ada kepastian tentang adanya Upah Minimum Sektoral Kabupaten/Kota (UMSK) untuk 5 (lima daerah) ring 1, yakni Kota Surabaya, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Mojokerto dan Kabupaten Gresik.

                      Formula besaran upah sektoral dipatok naik 5 persen dari UMK daerah tersebut. UMSK ini berlaku untuk semua sektor artinya tidak ada lagi sub sektor seperti yang diusulkan para bupati/wali kota. Semula upah sektoral yang diusulkan berdasarkan pembagian sektor lapangan usaha menurut Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KLBI) tahun 2009.

                      Sebagai contoh kabupaten Gresik sebelumnya mengusulkan upah untuk sektor I Rp 3.194.635, Sektor II Rp 3.270.688 dan Sektor III Rp 3.270.688. Namun oleh Gubernur jatim usulan ini direduksi dan ditetapkan sebesar Rp 3.194.635 atau naik 5% dari UMK Gresik.

                      Pergub No. 80/2015 juga memuat cakupan sektor perusahaan. Untuk Kota Surabaya terdapat 119 sektor. Salah satunya sektor pekerja media juga masuk dalam sektoral sehingga juga berhak atas kenaikan 5% dari UMK Surabaya. lainnya kabupaten Pasuruan 48 sektor, Kabupaten Sidoarjo terbagi 56 sektor, Gresik sebanyak 56 sektor dan Kabupaten Mojokerto 13 sektor.

                      Besaran UMSK 5 Kabupaten/Kota Jawa Timur:
                      1. Kota Surabaya Rp 3.197.250
                      2. Kabupaten Gresik. Rp 3.194.635
                      3. Kabupaten Sidoarjo Rp 3.192.000
                      4. Kabupaten Pasuruan Rp 3.189.375
                      5. Kabupaten Mojokerto Rp 3.181.500 
                      Usulan dan penetapan UMSK Jawa Timur

                      Jan 23, 2017

                      Upah Minimum Sektoral Indramayu, Cianjur, dan Sukabumi


                      Upah Minimum Sektoral Kabupaten Indramayu, Kabupaten Cianjur, Kota Sukabumi dan Kabupaten Sukabumi tahun 2017 sudah ditetapkan besarannya yang berlaku mulai 1 januari 2017. Hal ini sesuai dengan Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor: 561/Kep.1486-Bangsos/2016 tentang upah minimum sektor Kabupaten/Kota di Daerah Provinsi Jawa Barat tahun 2017.

                      Perusahaan yang termasuk dalam klasifikasi yang sudah ditetapkan tidak boleh membayar lebih rendah dari upah minimum kabupaten/kota (UMK) masing-masing, berikut besarannya:

                      Upah Minimum Sektoral Kabupaten Indramayu:
                      1. Sektor eksplorasi dan produksi migas Rp 2.810.058,82
                      2. Sektor industri bahan bakar hasil pengilangan Minyak bumi Rp 2.810.058,82
                      3. Sektor distribusi terminal tangki utama migas 2.810.058,82
                      Upah Minimum Sektoral Kota Sukabumi:
                      1. Sektor restoran berskala internasional Rp 2.541.600,00
                      2. Sektor ritel besar dan berskala nasional Rp 2.293.275,00
                      Upah Minimum Sektoral Kabupaten Cianjur:
                      1. Sektor air minum dalam kemasan (SMDK) Multi Nasional Rp 2.535.511,00
                      Upah Minimum Sektoral Kabupaten Sukabumi:
                      1. Sektor air minum dalam kemasan (AMDK) dari Penanaman modal dalam negeri (PMDN) Rp 2.744.690,65
                      2. Sektor rokok, tembakau, makanan, dan minuman (RTMM) dan air minuman dalam kemasan (AMDK) dan Penanaman Modal Asing Rp 2.886.998,27

                      Jan 20, 2017

                      UMK Sektoral Kabupaten Bekasi 2017 Lengkap

                      UMSK 2017

                      Upah minimum sektoral Kabupaten Bekasi 2017 akhirnya sudah disepakati antara perwakilan pengusaha (APINDO) dengan elemen Serikat Pekerja dan juga dihadiri oleh perwakilan pemerintah (Dinas Tenaga Kerja Kab. Bekasi) pada tanggal 19 Januari 2017.

                      Kesepakatan bipartit UMSK Kabupaten Bekasi ini akan diajukan ke kepala daerah, selanjutnya diusulkan ke Gubernur Jawa Barat untuk legalitasnya.

                      Besaran UMSK Kabupaten Bekasi 2017  sangat beragam untuk masing-masing sektor, bahkan secara khusus ada yang menyebutkan nama perusahaan tertentu.

                      Pengklasifikasian sektor industri berdasarkan KBLI 2005 dan KBLI 2009 dibagi dalam 5 sektor yakni sektor otomotif, sektor elektronik, sektor logam, sektor kimia farmasi dan sektor lainnya.

                      Berikut daftar UMSK Kabupaten Bekasi 2017

                      Sektor Otomotif
                      1. Produsen kendaraan bermotor roda dua atau lebih Rp 4.120.000
                      2. Industri Komponen Kendaraan roda dua atau lebih Rp 3.950.000
                      3. lndustri sub komponen kendaraan roda dua atau lebih (Khusus PT. Toyoseal) Rp 3.775.000
                      Sektor Elektronik 
                      1. Industri produsen barang elelctronik Rp 3.945.000
                      2. Industri komponen barang elektronik Rp 3.772.000
                      Sektor Logam
                      1. Industri peleburan logam dasar besi dan baja Rp 4.000.000
                      2. Industri logam dasar bukan besi Rp 3.950.000
                      3. Industri pengecoran besi dan baja Rp 3.950.000
                      4. lndustri barang dari logam, kecuali mesin dan peralatannya Rp 3.772.000
                      Sektor Kimia Farmasi
                      1. Industri kimia Rp 3.945.000
                      2. Industri obat-obatan dan peralatan rumah sakit (skala menengah/kecil). Rp 3.772.000
                      Sektor Lainnya
                      1. Industri penggilingan baja Rp 3.945.000
                      2. Industri Galvanizing (Khusus PT. IFE Steel) Rp 3.772.000
                      3. Industri Kimia dasar organic (PT. Sinar Syno, PT. Toyoink) Rp 4.000.000
                      4. Industri non woven Rp 3.533.000
                      5. Industri ban dalam dan ban luar (PT. Multistrada Arah Sarana) Rp 4.100.000
                      6. Industri vukanisir ban Rp 3.772.000
                      7. Industri karet Rp 3.945.000
                      8. Industri barang logam siap pasang untuk bangunan Rp 3.945.000
                      9. Konstruksi gedung Rp 3.945.000
                      10. Konstruksi bangunan sipil Rp 3.945.000
                      11. Industri percetakan (skala besar) Rp 3.772.000
                      12. Industri kayu lapis Rp 3.535.000
                      13. Industri komponen bahan bangunan (PT. Kayu Permata) Rp 3.535.000
                      14. Industri barang dart plastik (diluar komponen otomotif dan elektronika) Rp 3.772.000
                      15. Industri kaca Rp 3.772.000
                      16. Industri bahan bangunan dari porselen (PT. Gracious) Rp 3.772.000
                      17. Indusalat listrik dan alat laboratorium dari porselen Rp 3.772.000
                      18. Indusbarang-barang dari tanah liat, keramik Rp 3.772.000
                      19. Industri barang marmer Rp 3.850.000
                      20. Industri barang asbes Rp 3.945.000
                      21. Industri peralatan kantor dari logam selain furniture Rp 3.945.000
                      22. Induspompa dan kompresor Rp 3.772.000
                      23. Industri mesin-mesin umum Rp 3.945.000
                      24. Industri mesin pendingin bukan untuk keperluan rumah tangga (PT. Frigoglass) Rp 4.122.000
                      25. Industri mesin untuk pengolahan logam Rp 3.945.000
                      26. Industri mesin untuk pertambangan, penggalian dan konstruksi Rp 3.945.000
                      27. Industri mesin-mesin khusus Rp 3.945.000
                      28. Industri komponen kendaraan komponen pembakaran dalam (PT. Yishen) Rp 4.009.000 
                      29. Industri motor listrik, generator, transformator Rp 3.945.000
                      30. Industri bola lampu dan lampu penerangan Rp 3.772.000
                      31. Industri alat mainan anak-anak Skala besar (PT. Mattel) Rp 3.945.000
                      32. Pertambangan gas dan minyak bumi Rp 3.945.000
                      33. Jasa Pertambangan gas dan minyak bumi Rp 3.945.000
                      34. Ketenagalistrikan Rp 3.945.000
                      35. Gas Rp 3.945.000
                      36. Penggalian batu-batuan (PT. Rlkadi) Rp 3.535.000
                      37. Industri minuman keras Rp 3.945.000
                      38. Industri malt dan minuman mengandung malt Rp 3.945.000
                      39. Pemotongan hewan dan pengawetan daging Rp 3.772.000
                      40. Industri minyak goreng dan kelapa sawit Rp 3.772.000
                      41. Industri roti dan sejenisnya Rp 3.772.000
                      42. Industri roti kering dan sejenisnya (PT. Mondelez) ) Rp 3.807.000
                      43. Industri coklat dan kembang gula Skala besar (PT. Mayors) Rp 4.000.000
                      44. Industri coklat dan kembang gula Rp 3.772.000
                      45. Industri mie dan sejenisnya Rp 3.807.000
                      46. Indusrtri kecap Rp 3.807.000
                      47. Industri makanan lainnya Rp 3.772.000
                      48. Industri minuman ringan dan air dalam kemasan Rp 3.772.000
                      49. Industri susu dan makanan dari susu (PT. Danone/Indokual) Rp 3.772.000
                      50. Industri susu dan makanan dari susu Rp 3.535.000
                      51. Industri tekstil Rp 3.772.000
                      52. Industri persiapan dan pemintalan Rp 3.532.852
                      53. Industri penyelesaian akhir tekstil Rp 3.532.852
                      54. Industri Pakaian Jadi dan perlengkapannya Rp 3533000
                      55. Industri kulit dan kulit buatan Rp 3.533.000
                      56. Perdagangan eceran Skala besar (PT. Indomaret/Indomarco) Rp 3.601.000
                      57. Perdagangan eceran skala besar (PT. Alfamart/Alfaria) Rp 3.535.000
                      58. Pergudangan (PMA) Rp 3.533.000
                      59. Industri feminism (PT. Kimberly Clark) Rp 3.533.000
                      60. Industri bubur kertas dan pulp Rp 3.945.000
                      61. Industri cat, pernis dan lak Rp 3.945.000
                      62. Industri cat (PT. Jotun) , Rp 3.772.000
                      63. Industri oil cooler kendaraan bermotor Rp 4.122.000
                      64. Industri perlengkapan kendaraan bermotor roda empat atau lebih (PT. Kwang Who, PT. Tsuang Hine, PT. Chaolong) Rp 4.122.000
                      65. Jasa industri untuk pekerjaan khusus logam Rp 3.945.000
                      66. Industri barang peralatan teknik/industri dari plastik untuk kendaraan bermotor Rp 3.945.000
                      67. Industri komponen dan suku cabang motor penggerak mula (PT. Fuji Presisi) Rp 3.945.000
                      68. Industri komponen dan perlengkapan kendaraan bermotor roda dua atau lebih Rp 3.945.000
                      69. Industri bahan baku pemberantasan hams Rp 4.009.000
                      70. Industri barang dari kapur dan semen untuk konstruksi Rp 3.772.000
                      71. Industri damar buatan dan bahan baku plastik Rp 3.945.000
                      72. Industri komponen otomotif metal forming dies (PT. Delacemara) Rp 3.945.000
                      73. Industri komponen otomotif (PT. Cheh Hwa) Rp 3.945.000
                      74. Industri barang dan peralatan teknilc/industry dari plastik Rp 3.772.000
                      75. Industri komponen kendaraan komponen pembakaran dalam suspense (PT. NOK Indonesia) Rp 3.945.000
                      * Catatan: UMK Kabupaten Bekasi 2017 Rp 3.530.438

                      UMSK 2016

                      Tanggal 17 November 2015 diadakan Rapat Dewan Pengupahan Kab. Bekasi untuk menentukan besaran Upah Minimum Kabupaten (UMK) Bekasi. Pertemuan tersebut dihadiri wakil pemerintah Disnaker, perwakilan pengusaha dan perwakilan dari serikat pekerja atau serikat buruh.

                      Pengambilan keputusan akhirnya dilakukan melalui voting dengan hasil besaran UMK dan UMK Sektoral atau kelompok usaha naik sekitar 11,5 persen.

                      Hasil voting putusan UMK Kabupaten Bekasi Tahun 2016 :
                      • Upah Minimum Kabupaten Bekasi Rp 2.925.000 naik sebesar 11,5 % (336.375) menjadi Rp.3.261.375
                      • Pengecualian untuk Rumah sakit/klinik Rp.2.470.000 naik sebesar 11,5% (284.050) menjadi Rp.2.754.050
                      • Kelompok I / Sektor III: Rp 3.268.000,- naik sebesar 11,5% (375.820) menjadi Rp.3.643.820
                      • Kelompok II / sektor II: Rp 3.125.000 naik sebesar 11,5% (359.375) menjadi Rp.3.484.375
                      • Kelompok III /sektor I: Rp 2.927.000 naik sebesar 11,5% (336.605) menjadi Rp.3.261.605
                      Besaran kenaikan 11,5 % di atas mengikuti formula PP No 78 Tahun 2015 di mana kenaikan upah dihitung berdasarkan inflasi dan pertumbuhan ekonomi sehingga di dapatlah angka tersebut.

                      Seperti diketahui UMK yang baru berlaku mulai 1 Januari 2016. Gubernur Jawa Barat sudah menandatangani Surat Keputusan No: 561/Kep.1322-Bangsos/2015 tentang Upah Minimum Kabupaten/Kota Di Daerah Propinsi Jawa Barat 2016. Namun dalam peraturan tersebut belum dicantumkan upah minimum sektoral.

                      Update:

                      UMSK Kabupaten Bekasi telah ditetapkan dengan terbitnya Keputusan Gubernur Jawa Barat No 561/Kep 1357-Bangsos/2015 tanggal 11 Desember 2015 tentang Upah Minimum Sektor Kabupaten/Kota di daerah Provinsi Jawa Barat. Rincian UMK Sektoral Kabupaten Bekasi sebagai berikut:
                      1. Sektor I (Rumah sakit/klinik) Rp 2.754.050
                      2. Sektor II : Rp Rp 3.263.605
                      3. Sektor III : Rp 3.484.375
                      4. Sektor IV : Rp 3.643.820
                      Daftar UMK Sektoral Kabupaten Bekasi Tahun 2016



                         

                      Jan 15, 2017

                      Upah Minimum Sektoral Kota Bekasi 2017

                      Sektoral adalah kelompok lapangan usaha beserta pembagiannya menurut Klasifikasi Baku Lapangan usaha Indonesia (KBLI).

                      Upah Minimum Sektoral Kabupaten/Kota (UMSK) adalah Upah Minimum yang berlaku secara Sektoral di Daerah Kabupaten/Kota. Besaran Upah Minimum sektoral di tingkat Propinsi dan kabupaten/kota ditentukan atas kesepakatan organisasi perusahaan dengan serikat pekerja/serikat buruh di sektor yang bersangkutan dan ditetapkan oleh Gubernur.

                      Besaran UMSK tidak boleh lebih rendah dari Upah Minimum Provinsi (UMP) serta juga tidak boleh lebih rendah dari UMK.

                      Upah Sektoral 2017

                      Rapat Dewan Pengupahan Bekasi yang merupakan perwakilan tripatrit telah menyepakati besaran Upah Minimum Sektoral Kota Bekasi tahun 2017. UMSK Kota Bekasi berlaku sejak tanggal 1 januari 2017.

                      Selanjutnya kesepakatan ini akan diusulkan kepala daerah dalam hal ini Walikota Bekasi kepada Gubernur Jawa Barat untuk pengesahannya, berikut uph minimum sektoral Kota Bekasi yang disepakati:


                      Upah Sektoral 2016

                      Hasil voting penentuan UMK 2016 Kota Bekasi pada tanggal 19 November 2015 diputuskan UMK Kota Bekasi beserta UMK Sektoral Kelompok I dan Kelompok II. Upah Mimimum Kota Bekasi Rp 3.327.160, upah pekerja kelompok I Rp3.788.770 dan kelompok II Rp3.623.750.

                      Voting diikuti 24 peserta yang terdiri dari pemerintah kota, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), serikat buruh, dan akademisi. Persentase kenaikannya 11,50% yang ditentukan dari akumulasi inflasi inflasi 6,83 persen dan laju pertumbuhan ekonomi nasional 4,67 persen. Perhitungan ini mengikuti formula seperti dalam PP No 78 Tahun 2015.

                      Kelompok/Jenis Usaha I terdiri dari pekerja di bidang Logam, Otomotif, Mesin, Bubur Kertas, Minyak Goreng, Kimia (Mayoritas Kimia), Karet, Plastik (Bukan Alat-alat Rumah Tangga).

                      Sedangkan Kelompok/Jenis Usaha II, terdiri dari Elektronik, Kayu (Bukan Kayu Lapis), Jasa Perbankan, Garment (Jumlah Pekerja di atas 2.500 orang), Mie instan kemasan (usaha besar bukan UMKM), Phylon, Makanan dan Minuman.

                      Daftar Upah Minimum Sektoral Kota Bekasi


                      Catatan :
                      • Berlaku mulai 1 Jaunari 2016
                      • Surat Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor: 561/Kep.1322-Bangsos/2015 tentang Upah Minimum Kabupaten/Kota Di Daerah Propinsi Jawa Barat 2016 belum mencantumkan UMK Sektoral.

                      Upah Sektoral Kabupaten Bogor 2017

                      Upah Sektoral 2017

                      Berdasarkan  Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor: 561/Kep.1486-Bangsos/2016 Tanggal 30 Desember 2016 tentang upah minimum kabupaten/kota di Jabar 2017, telah diputuskan besaran upah minimum sektoral untuk kbupaten Bogor tahun 2017.

                      Sektor usaha masih mengacu pada KLBI 2009 dengan membagi menjadi 3 sektor. Dibandingkan tahun 2016 UMSK Kabupaten Bogor mengalami kenaikan sebesar 8,95% untuk ketiga sektor tersebut.

                      Berikut besaran uapah sektoral Kabupaten Bogor 2017:
                      1. Sektor I Rp 3.565.710
                      2. Sektor II Rp 3.727.788
                      3. Sektor III Rp 3.889.866

                      Upah Sektoral 2016

                      Upah minimum sektoral Kabupaten Bogor 2016 terbagi menjadi 3 (tiga) sektor sama seperti tahun 2015. UMSK (Kabupaten) Bogor mengalami kenaikan dengan persenates yang sama yakni 14,8 persen. Sektor I naik sebesar Rp 422.911 menjadi Rp 3.272.911. Sektor II yang meliputi industri pengolahn makanan dll, konstruksi serta hotel bintang 3/4/5 menjadi Rp 3.421.680. Sementara paling tinggi Sektor III Rp 3.570.449 naik Rp 460.449 dibandingkan tahun 2015 (Rp 3.110.000)

                      Upah minimum sektoral Kabupaten Bogor mulai berlaku pada tanggal ditetapkan berdasarkan Keputusan Gubernur Jawa Barat No 561/Kep 1357-Bangsos/2015 tanggal 11 Desember 2015 tentang Upah Minimum Sektor Kabupaten/Kota di daerah Provinsi Jawa Barat.

                      Pembagian sektor usaha sesuai dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) tahun 2009 yang yang dituangkan dalam Peraturan Kepala Badan Pusat Statitisk No. 57 Tahun 2009, berikut daftarnya:

                      Daftar UMK Sektoral Kabupaten Bogor 2016




                      Jan 14, 2017

                      Upah Minimum Sektoral Kota Depok 2017

                      Upah Sektoral 2017

                      Upah sektoral Kota Depok 2017 sudah ditetapkan seiring diterbitkannya Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor: 561/Kep.1486-Bangsos/2016 Tanggal 30 Desember 2016.

                      Upah minimum sektoral Depok terbagi menjadi 3 sektor berdasarkan jenis usahanya, berikut UMSK Kota Depok 2017 :
                      1. Upah Minimum Sektoral I - Rp 3.401.215 - Perusahaan Yang Bergerak Di Bidang Industri Jasa Perbankan Dan Jasa Perdagangan.
                      2. Upah Minimum Sektoral II - Rp 3.659.742 - Perusahaan yang  bergerak di bidang pasar modern termasuk supermarket, hypermarket, departement store, wholesale dan perdagangan eceran dalam skala besar, kelompok industri barang dari logam yang berhubungan dengan textil) 
                      3. Upah Minimum Sektoral III - Rp Rp3.840.000 - Perusahaan yang bergerak di bidang industri kimia dasar, industri kimia  organik,  energi,  pertambangan,  logam, elektronik, mesin, makanan dan minuman, industri farmasi dan industri kesehatan 
                      Daftar Upah Sektoral Depok 2017


                      Upah Sektoral 2016

                      Gubernur Jawa Barat telah menyetujui usulan upah sektoral Kota Depok tahun 2016 dengan terbitnya Keputusan Gubernur Jawa Barat No 561/Kep 1357-Bangsos/2015 tanggal 11 Desember 2015 tentang Upah Minimum Sektor Kabupaten/Kota di daerah Provinsi Jawa Barat. Upah minimum sektoral Kota Depok lebih tinggi dari UMK Kota Depok yang sudah ditetapkan terlebih dahulu. UMK Kota Bogor 2016 sendiri sebesar Rp 3.046.180.

                      Besaran UMSK Depok sesuai dengan usulan dewan pengupahan yang mewakili bipariat (pemerintah, asosiasi pengusaha dan serikat pekerja/buruh). Jika dilihat perbandingan dengan upah sektoral Kota Depok tahun 2015, kenaikan UMSK Depok melebihi dari angka 11,5% yang merupakan hitungan berdasarkan PP 78 Tahun 2015.

                      Upah minimum sektoral Kota Depok 2016:
                      1. Sektor I (tekstil) Rp 3.142.000
                      2. Sektor II (perusahaan di bidang pasar moderen) Rp 3.306.000
                      3. Sektor III (industri kimia organik, energi, pertambangan, logam, eletkronik, mesin, makanan dan minuman, industri farmasi dan kesehatan) Rp 3.468.000
                      4. Sektor IV (industri kimia dasar) Rp 3.503.000
                      Perbandingan UMSK Depok 2016 dan 2015


                      Dec 29, 2016

                      UMSK Karawang 2017


                      UMSK Karawang 2017

                      Bupati Karawang merekomendasikan upah minimum sektoral kabupaten UMSK untuk diajukan kepada Gubernur Jawa Barat, yang nantinya akan menetapkan upah sektoral dengan surat keputusan gubernur.

                      Kenaikan UMSK Karawang lebih tinggi dari formula nasional untuk upah minimum. UMK Kabupaten Karawang 2017 sebesar Rp3.605.272 tercatat sebagai UMK tertinggi di Indonesia.

                      Rekomendasi UMSK Karawang tahun 2017 sebagai berikut :
                      1. Sektor I Rp 3.616.075 (naik 8,5%)
                      2. Sektor II Rp 3.949.887 (naik 9%)
                      3. Sektor III Rp 4.151.145 (naik 9,5%)
                      4. Sektor IV Rp 4.207.536 (naik 10,5%)
                      UMSK di atas baru akan berlaku jika sudah ditetapkan dengan Keputusan Gubernur Jawa Barat. Sesuai kewenangannya Gubernur dapat menerima atau mengembalikan usulan upah minimum yang disampaikan bupati atau walikota. Sampai saat ini per tanggal 29 Desember 2016 Gubernur Jawa barat belum mengeluarkan keputusan tentang upah sektoral Jabar tersebut.

                      UMSK 2016

                      UMK Kabupaten Karawang 2016 yang ditetapkan sebesar Rp 3.330.505 kembali menjadi UMK paling tinggi di Provinsi Jabar. Angka ini menunjukkan kenaikan 11,5% dibandingkan UMK tahun 2015 sebesar Rp 2.957.450.

                      Pembahasan besaran Upah Mininum Kabupaten Karawang tahun 2016 dilakukan bersama oleh 13 wakil pemerintah setempat, 6 perwakilan unsur serikat pekerja, dan 6 orang dari Apindo. Voting menjadi pilihan untuk mendapatkan keputusan akhir, suara terbanyak terbanyak memastikan UMK dan upah minimum kelompok usaha Kabupaten Karawang ditetapkan sebagai berikut:


                      Jika dilihat angka kenaikannya berarti sudah mengacu formula perhitungan PP 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan. Persentase kenaikannya Angka 11,50% diperoleh dari akumulasi inflasi inflasi 6,83 persen dan laju pertumbuhan ekonomi nasional 4,67 persen.

                      Inflasi yang dihitung dari periode September tahun 2014 sampai dengan periode September 2015. Sedangkan pertumbuhan ekonomi dihitung dari pertumbuhan Produk Domestik Bruto yang mencakup periode kwartal III dan IV tahun 2014 dan periode kwartal I dan II Tahun 2015.

                      Update:

                      Sesuai Keputusan Gubernur Jawa Barat No 561/Kep 1357-Bangsos/2015 tanggal 11 Desember 2015 tentang Upah Minimum Sektor Kabupaten/Kota di daerah Provinsi Jawa Barat, upah minimum Sektoral Kabupaten (UMSK) Karawang ditetapkan sebagai berikut:
                      1. Upah Minimum Sektor Kabupaten Karawang Sektor I : Rp 3.332.735
                      2. Upah Minimum Sektor Kabupaten Karawang Sektor II : Rp 3.623.750
                      3. Upah Minimum Sektor Kabupaten Karawang Sektor III : Rp 3.791.000
                      4. Upah Minimum Sektor Kabupaten Karawang Sektor IV : Rp 3.807.725
                      Daftar UMSK Karawang 2016