Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Perhitungan Lengkap Rekalkulasi Bunga BRI

BRI sejak beberapa tahun terakhir menerapkan skema rekalkulasi bunga bagi nasabah yang ingin melakukan penutupan atau pelunasan pinjaman lebih awal dari waktu angsuran. Rekalkulasi bunga ini berdampak pada membengkaknya jumlah pelunasan yang harus dibayarkan kepada BRI.

Hal tersebut dikarenakan BRI menggunakan skema suku bunga efektif ketika nasabah melunasi pinjaman sebelum jatuh tempo bukan bunga flat murni seperti yang dibayangkan kebanyakan nasabah. Masalahnya sejak awal pihak BRI tidak transparan dengan mekanisme rekalkulasi bunga. Hampir dipastikan marketing BRI kurang (atau tidak mau) memberi pemahaman kepada peminjam tentang aturan pelunasan awal ini.

Tentu saja nasabah yang mengajukan pelunasan awal dari jatuh tempo akan terkejut luar biasa ketika disodori jumlah dana yang harus dibayarkan. Jika nasabah menanyakan dari mana perhitungan tersebut, kebanyakan pihak BRI akan menjawab seragam (sesuai instruksi?) bahwa perhitungan tersebut by sistem.

BRI berargumen skema rekalkulasi bunga tersebut mengacu pada ketentuan Bank Indonesia bahwa pencatatan akuntansi harus sesuai dengan PSAK (Pedoman Standar Akuntansi Keuangan) 50/55. Kebijakan ini makin mendapatkan angin segar karena adanya keputusan dari MA yang memenangkan BRI ketika ada nasabah yang menuntut BRI soal rekalkulasi bunga. Artinya BRI semakin merasa punya pijakan legalitas yang kuat untuk terus melanjutkan kebijakan ini.

Sedihnya bagi peminjam, rekalkulasi bunga ini juga berlaku untuk top up pinjaman bukan hanya untuk pelunasan saja . Selain membayar pokok pinjaman, debitur juga terkena rekalkulasi bunga sebelum mendapatkan pinjaman baru. Dengan kata lain tidak banyak alternatif pilihan bagi nasabah BRI yang terlanjur meminjam selain melanjutkan kredit sampai selesai jatuh tempo.

Berikut ini akan dijelaskan soal perhitungan rekalkulasi bunga BRI dan mengapa sisa bunga yang dibayarkan sedemikian mengejutkan?

Kuncinya rekalkulasi bunga adalah konversi suku bunga flat ke bunga efektif per tahun. Perhitungan konversi bunga ini bisa memakai rumus excel atau menggunakan website simulasi kredit.

Sebagai contoh pagu pinjaman Rp 100.000.000 dengan bunga flat 1% perbulan atau 12% per tahun jika dikonversikan ke bunga efektif didapatkan angka sebagai berikut:






Perhitungan angsuran, bunga dengan sistem bunga flat 
(Sewaktu pertama kali meminjam dijelaskan skema seperti ini)



Perhitungan angsuran, bunga dengan sistem bunga efektif

(Sewaktu pelunasan BRI memakai sistem ini)

Dari dua tabel diatas didapatkan rekalkulasi bunga yang harus dibayarkan nasabah yang melakukan pelunasan sebelum jatuh tempo. Rekalkulasi ini menghitung akumulasi selisih antara sistem bunga efektif dengan bunga flat, dengan hasil sebagai berikut:


Keterangan:
  • Pelunasan bulan 1: akumulasi bunga bulan 1
  • Pelunasan bulan 2: akumulasi bunga bulan 1 dan 2
  • Pelunasan bulan 3: akumulasi bunga bulan 1, 2, dan 3
  • Pelunasan bulan 4: akumulasi bunga bulan 1, 2, 3 dan 4
  • Pelunasan bulan 5: akumulasi bunga bulan 1, 2, 3, 4 dan 5 dst
Sehingga jumlah bunga yang harus dibayarkan ketika melunasi bulan ke-5 sebesar Rp3.370.919,53. Jika melunasi pada bulan 10 bunga yang ditanggung naik mencapai Rp 5.323.608,61. Pelunasan pada bulan 16 maka bunga yang dibayarkan sebesar Rp4.846.046,28.

Perhitungan rekalkulasi bunga ini jika digambarkan akan membentuk kurva gunung. Ketika pelunasan sebelum jatuh tempo dilakukan pada bulan-bulan awal atau akhir, rekalkulasi bunganya semakin kecil. Tapi ketika semakin ke tengah maka rekalkulasinya semakin besar.



53 comments for "Perhitungan Lengkap Rekalkulasi Bunga BRI"

  1. kpd. Bpk direktur yang terhormat.

    salam,
    sebelumnya saya mhn ma'af kalo kritikan saya kurang berkenan, bukan maksud apa ini demi kepentinga antara nasabah dan BRI yang tersohor.

    mohon kebijakan2 yang diambil dalam PELUNASAN HUTANG SEBELUM JATUH TEMPO UNTUK DIKAJI ULANG SEBELUM DISAMPAIKAN KEPADA UNID UNID YANG TERSEBAR DI NEGARA INI.
    AMBILAH KEBIJAKAN SECARA HATI BUKAN SEKEDAR BISNIS , DEMI RAKYAT INDONESIA UNTUK MAJU, BUKAN SEBALIKNYA.
    " GUNAKAN AKAL SEHAT BUKAN AJI MUMPUNG "

    POINT SAYA
    PELUNASAN ANGSURAN UNTUK AMBIL LAGI KENA DENDA 6 X BUNGA DAN 12 X BUNGA BAGI YANG MENUTUPNYA UNTUK TIDAK PENGAJUAN KREDIT LAGI.
    sepertinya itu pemerasan banget.

    terima kasih, mhn ma'af sekali.
    KARENA KAMI ORANG KECIL, REJEKI DATANG BELUM TAU KAPAN, TAPI KEBUTUHAN HUTANG DADAKAN KEPEPET HAMPIR TIAP HARI.

    salam

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sangat amat pemerasan kalau pelunasan sebelum jatuh temponya dan pelayanan kurang ramah dari pada lainya

      Delete
    2. Betul sekali bapak ini...saya jg mengalami hal ini..sebelum nya sy jg sdh konsultasi ke CS BRI tempat sy ambil pinjaman,setelah sy mendapat info bahwa kena bunga 6x jika mau ambil pinjaman lagi setelah pelunasan ,dan jika pelunasan tapi tidak pinjam lagi kena 12x bunga.sungguh memberatkan..mohon direview kebijakan ini..apalagi sekelas bank plat merah..

      Delete
    3. Tepat sekali pa, mertua sy terkena stroke usahanya tutup ditambah suasana covid ini, akhirnya keluarga berembuk & demi kebaikan & ketenangan pikiran orang tua, akhirnya niat dilunasi, setelah bertanya kepihak marketing & diberi rincian pelunasan, akhirnya dilunasi. Saat itu diinfokan sisa sekitar +-35jtan lg lunas & angat Mengejutka saaat kami kira tinggal mengambil sertipikat ternyata mertua dipanggil & dinyatakan ada kesalahan perhitungan &masih ada tunggakan yg besarannya 16jt an lg. (Pinjaman awal 90jt,th 2017 sudah dibayar 3tahun tanpa kendala hingga desember 2020).

      Barusan mendengar rincian harus menambah bunga sebesar 10jt lebih dg perhitungan 12x 900rb + bunga lain. membuat kami terhenyak rasanya.

      Apakah layak BRI masih disebut Bank Rakyat Indonesia??

      Saat ini kami sedang mempersiapkan surat permohonan pemutihan bunga, karena niat kami memang ingin menyelesaikan masalah sekalipun kondisi seperti sekarang ini.

      Semoga BRI masih mempunyai nirani.

      Delete
    4. Benar bang saya salah satu nasabah nya yg kena seperti itu,Bunga penutup melebihi setoran pokok kita perbulan jumlah nya klo nebus,parah gila,kredit mobil di tebus malah berkurang,klo bank di tebus makin melonjak

      Delete
    5. SPERTI ITULAH YANG DIALAMI OLEH SAYA. benar sekali, padahal sejak awal saya tanya sistem bunga yang digunakan oleh Bank BRI. katanya Bunga Efektif. setelah saya hitung sebagaimana rumus tersebut, dlm jangka wktu 3 tahun, sisa pokok hutang sdh diperoleh, tadinya mau saya lunasin lebih awal. eeeh ternyata setelah dikonsultasikan ke pegawai Bank, sisa pokoknya lebih besar. ketika ditanya, pakai sistem bunga apa? jawabannya masih sama seperti yg pertama, bunga efektif. lah, apa rumus yang salah atau permainan lintah darat saja, nih. dikirain kita ini orang" bodoh. itulah cara-cara sistem kapitalis.

      Delete
    6. Sungguh aturan yang tak bernurani.. BRI bank rakyat indonesia..tapi tak berpihak pada rakyat.. ojk harus bijak dan adil untuk menyikapi hal ini..

      Delete
  2. Kepada yang terhormat bapak/ibu direktur Bank BRI pusat.

    Saya nasabah kredit bank BRI KCB cilegon, banten. Kredit saya sudah berjalan 3thn lebih dan saya ingin mengajukan percepatan pelunasan. Tapi dari pegawai bank BRI KCB cilegon diminta untuk mendaftar antrian, dan itu baru di proses dengan rentan waktu 1bulan. Padahal di bank lain percepatan pelunasan bisa langsung diproses atau h+1. Tolong kepada petugas bank BRI pusat untuk melakukan tindakan karena peraturan itu memberat nasabah yg ingin melakukan percepatan pelunasan kredit.

    ReplyDelete
  3. Yang terhormat bapak/ibu direktur Bank BRI pusat
    Saya nasabah bank BRI KCB cilegon Banten. Ingin melakukan percepatan credit di bank KCB cilegon. Angsuran sudah berjalan 3thn lebih. Untuk melakukan percepatan pelunasan credit saya di arahkan oleh petugas bank untuk melakukan daftar tunggu
    Dan itu dapat diproses selama 1bln dari pengajuan percepatan pelunasan. Padahal di bank lain proses percepatan pelunasan bisa langsung diproses. Klo pun harus nunggu itu cuma h+1 dr pengajuan. Tolong kepada petugas terkait untuk merubah aturan yang ada di bank BRI KCB cilegon karena itu sangat memberatkan nasabah yang ingin melakukan pelunasan yang jatuh sebelum jatuh tempo. Dan mempersulit nasabah

    ReplyDelete
  4. Mending kredit di leasing deh, bayar pelunasan sebelum waktunya PASTI dapat potongan dan jaminan (BPKB) langsung dikembalikan.

    ReplyDelete
  5. pintar2lah berutang, mending di leasing deh. Mau melunasi sebelum waktunya PASTI dapat potongan DANNN jaminan (BPKB) LANGSUNG dikembalikan

    ReplyDelete
  6. Betul sekali..saya juga menglami hal yng sma...mohon dipertimbngkan lagi...kmi orng kecil sangat kesulitan sekali klau harus membayar bunga yang begitu banyk...
    Buatlah pergitungan bunga yng sama2 ikhlas...baik pihak bank maupun peminjam...biar berkah..

    ReplyDelete
  7. Bener sekali masa kita
    Mau melunasi malah kena pinalti 12 bln ýg dulu cuma 3 bln. Top up kena 6 kali bunga pinaltinya. Harusnya top up gak usah ada pinalti. Pelunasan spt dulu 3 bln sj. Apa kita hrs protes pd menteri keuangan?

    ReplyDelete
  8. Astagfirullah,sayapun merasa dongkol dan kecewa banget, setelah mengetahui permainan suku bunga kredit dari BRI ini.

    ReplyDelete
  9. memang benar bri itu sepertinya makan darah orang

    ReplyDelete
  10. Nah kalau sekarang pelunasan di percepat pinjaman KUR BRI harus bayar denda/pinalty yaitu 3 kali angsuran selain sisa pokok hutang dan bunga berjalan..Ini cukup memberatkan dan merugikan nasabah...kalau bisa denda/pinalty nya di hapus saja..

    ReplyDelete
  11. Setuju bangett.. mau berhenti hutang malah harus suruh utang teruss.. sampai bingung..

    ReplyDelete
  12. BRI sudah mendapat payung hukum jadi alasannya by sistem sebenarnya harus di kaji ulang mengapa koperasi dapat menawarkan waralaba shu atau keringanan kepada nasabah sedangkan Bank tidak bisa tolong para pejabat yang menggodok dan menetapkan aturan ini segera mengkaji ulang dan merevisi aturan yang memberatkan nasabah dan menguntungkan pihak Bank yang melebihi batas kewajaran.yang harus di revisi adalah peniadaan rekalkulasi bunga bagi nasabah yang sudah berjalan lebih dari 5thn.jika terjadi pelunasan atau top Up.jika hal ini diperhatikan maka Bank sudah menjalankan fungsinya sesuai norma asas keadilan bagi seluruh rakyat.bukan new kapitalisme.tanpa nasabah Bank pun berhenti. untuk itu seluruh masyarakat Indonesia sangat mengharapkan penghapusan rekalkulasi bunga kredit atau penalty bunga kredit yg sangat menyusahkan rakyat.

    ReplyDelete
  13. Betul sekali,kalo sudah tau begitu sistem pelunasnnya,next kalo ada perlu untuk pinjaman lagi mohon maaf ga aka pinjam lagi ..bye bye bank yang saya pikir murah bunga pinjammnya tapi malah mencekek.hanya slogan saja bri dekat kepada rakyat nyatanya ketika akan peluasan malah dicekek dengan bunga

    ReplyDelete
  14. Apa ini yg namanya sudah jatuh tertimpa tangga,,, sya mengumpulkan uang tiap hari 10ribu, demi pinjaman di BRI lunas, tpi saat saya mau lunasi sebelum jatuh tempo, saya kena denda lebih dari 1x angsuran,, trimaksaih untuk direktur BRI anda sudah kasih kpercayaan kpd saya memberikan pinjaman,, tpi saya kecewa.

    ReplyDelete
  15. Kepada Bapak Direktur
    Salam Hormat
    Sebelumnya saya minta maaf kalo
    Tulisan saya kurang berkenan.
    Sama dengan tulisan di atas.
    Mohon kebijakan pelunasan pinjaman
    Untuk dikaji ulang. Di saat sekarang
    Kebijakan tersebut sangatlah berat.

    Contoh kasus:
    Saya pinjam 150 JT dgn masa angsuran 8 th/96 blm, dgn angsuran perbulan Rp 2.691.900, sudah berjalan 43X, dan sy mau mengajukan
    Pelunasan dan mau mengambil
    lagi. Dan pinjaman yg harus saya lunasi sebesar Rp 106.594.824, saya benar-benar terkejut.
    Dulu saya juga pernah melakukan
    hal yg sama, dan perhitungan nya
    pinjaman kurang 25X, yg 22Xbayar pokok yg 3X dengan bunga.

    Kalo seperti ini kami rasa sangat berat. Yg kami takutkan rentenir semakin banyak.

    ReplyDelete
  16. Bener banget apa yg disampaikan.
    hari ini saya melunasi ke BRI, kemarin gara2 covid, kami minta keringanan pembayaran namun, saat dijelaskan kurang transparan, pihak CS hanya menjelaskan kalau perbulan hanya membayar bunga sekian selama 6 bulan,
    Tp saya tdr membayar bunga tersebut, melainkan menyicil nya degn setengah pembayaran,
    Trus bagian TO nya ga mau kalah, omongannya kasar, pdhl kita buat melunasi tp cara ngomongnya ngotot, pdhl saya kalau bayar juga tdk telat, malah saya bayar jauhh2 sebelum tanggal tersebut
    Pinjaman pokok tinggal 12 jt
    Pas pencairan uang, dulu pembayaran pertama diblokir katanya untuk pembayaran terakhir nanti, tp pas print buku tabungan tidak ada keterangannya
    12jt pinjaman pokok dan dpt pinalti (denda+bunga 12 bulan) 4jt lebih
    Saya dan ibu sampai kaget, kenapa pihak mereka gak transparan sm sekali,
    Total 16jt sekian, dipotong uang yg masuk tabungan 4.300, jadi byr 11 jt lebih,
    Yasudah lah kita ikhlaskan aja, biarin mereka makan uang yg gak halal 🙂

    ReplyDelete
  17. Bank BRI lucu sekali AQ mau pelunasan bulan 12 masa Tidak bisa

    ReplyDelete
  18. Saya ingin segera lepas dr pinjaman... Sy ingin segera lepas dari Riba.. andai saja waktu itu ada alternatif lain.. pasti sy akan hindari.. mengambil uang riba

    ReplyDelete
  19. Terimakasih informasinya.. tadinya saya ada rencana untuk melunasi pinjaman saya yang kurang 6 bulan dari 24 bulan, setelah baca tulisan ini saya akan batalkan saja

    ReplyDelete
  20. Maaf pak, ini maksudnya kalau kita mau melunasi di bulan misalnya dibulan ke-5,berarti yg harus dibayar adl sisa pokok pinjaman + bunga rekapitulasi(3.370.920), betul begitu maksudnya? Kebetulan sy ada pinjaman di BRI dan berniat melunasi sblmnya jth tempo. Trims sblmnya...

    ReplyDelete
  21. gue rencana lunasi pak, tapi takut kecewa dengan nilai yg akan d bayar, pinjaman 280jt selama 10thn, skrg baru berjalan 2thn, kira2 berapa nih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Rencana mau menutup pinjaman di BRI Bagan Siapiapi, karena mutasi kerja dan Bank Gaji sdh ganti. pinjaman tenor 9 tahun sdh bayar 2 th lebih, tapi takut jg kalau bunga berjalan tetap ditimpahkan ke kita, disamping pembayaran ini itu.....

      Delete
    2. Saya 150 jt...sudah nyicil 11x mau saya lunasi harus bayar 146jt.ngeri...ngeri...

      Delete
  22. Saya juga .kemarin di suruh sama pihak bank untuk ngajuin penangguhan.setelah ngajuin di tanya harus bayar bunganya berapa gak jawab.gak di kasih tau.padahal bunga pinjaman saya hanya sekitar 600 rbu.eh di bank motong bunganya 700 bahkan sekarang jadi 1 juta 200. Tadi mau tak lunasin suruh nunggu hari kamis.kan aneh

    ReplyDelete
  23. Laskar Keadilan RakyatFebruary 11, 2021 at 1:49 PM

    https://www.lapor.go.id/

    Boleh kita beramai ramai melaporkan masalah ini secara langsung dengan online di situs LAPOR.
    Bisa kirim 5 kali laporan ditujukan kepada Instansi Tujuan

    1 Bank Rakyat Indonesia
    2 Otoritas Jasa Keuangan
    3 Kementerian Badan Usaha Milik Negara
    4 Kementerian Keuangan
    5 Kantor Staf Presiden

    ReplyDelete
  24. Laskar Keadilan RakyatFebruary 11, 2021 at 1:55 PM

    https://www.lapor.go.id/

    Boleh kita beramai ramai melaporkan masalah ini secara langsung dengan online di situs LAPOR.
    Bisa kirim 6 kali laporan ditujukan kepada Instansi Tujuan
    Isinya bisa di copy paste saja hanya instansi tujuannya yang berbeda karena di situs ini kita hanya bisa melapor ke satu instansi tujuan saja sepertinya padahal terkait dengan ini kan banyak

    1 Bank Rakyat Indonesia
    2 Otoritas Jasa Keuangan
    3 Bank Indonesia
    4 Kementerian Badan Usaha Milik Negara
    5 Kementerian Keuangan
    6 Kantor Staf Presiden

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sepakat..
      Yang heranya, saat awal pencairan kredit dari pihak BRI berikan kepada saya 1 rangkap perjanjia kredit (PK). Setelah saya tanyakan PKnya dan ketika di lihat arsipnya , ada dlm PK pinalty bunga tp tidak disebutkan berapa kali. Alias tidak jelas dlm perjanjian kredit. Tolong pihak OJK dan pemerintah bisa melihat problem ini, jgn sampe masyarakat dirugikan + dibodohi.

      Delete
  25. skrang kami menghadapi hal sama meminjam uang 30 jt tuk dengan cicilan sekirtar 2,87 jt 12x cicilan berjalan 4 bulan trus tak mampu bayar terus minta relaksasi pengurangan cicilan. dihitung dengan hitung baru dari nilai yang ter sisa pokok 20 jt. di tambah bunga kali 6 tambah lagi 6x entah apa jadi 24jt lebih. dicicil tuk 12x lagi jadi 1.9jt terus berjalan 5x sehingga sisa 15,2 jt berniat tuk melunaskan dengan e nilai yg harus dibayar tuk pelunasa 18 jt lebih. sementara agunannya waktu ambil kredit sertifikat rumah yg nilainya bisa 700jt, saya berniat tuk melunasi tu karena salesnya tu bersikap aroran dan agak kurang sopan ketika ada keterlambatan waktu pembayaran yang membuat orang tua saya jadi terganggu kesehatannya. tapi saat pelunasan dipersulit dan nilainya jadi seperti di kali dikali yg dak kami mengerti. saya jadi sangaaat bingung dengan bank bri ini padahal plat merah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama dengan saya sudah dimasa sulit mau dilunasi malah kena pinalty 12x bunga astagfirulloh kejamnya dunia perbangan

      Delete
  26. baca komen2 nya ngeri juga ya 30jt bunganya 18jt.. saya mau ambil jadi ngeri

    ReplyDelete
  27. BRI PARAH...

    Tp sy sdh terlanjur masuk jurang.😔

    ReplyDelete
  28. Sama seperti yg saya alami.pinjam 25 juta,saya melunasi pada bulan ke 7..masih mengeluarkan uang lebih dari pokok pinjaman,padal sudah mengangsur 7 bln,selalu lancar.dari awal petugas kurang transparan,katanya tidak ada penalty,trnyata penalty 12xbunga perbulan...tidak meringankan beban malah memberatkan beban nasabah,yg katanya bank pemerintah..tidak ada bedanya denfan lintah darat,sangat kecewa...petugas tidak jujur dr awal,pas saya tanya.kalau sewaktu2 dilunasi apakah akan mengurangi pokok hutang,scr tiap bulan sudah mmbayar bunga.jawabnya"iya" akan berkurang.nyatanya pas pelunasan melebihi pokok pinjaman.pinjam 25 juta,sudah mengangsur 7x..dilunasi masih mengeluarkan duit 25juta160rb..selama 7 bulan 25 juta menjadi 31 juta lebih...orang kecil spt kita hanya bisa ngelus dada.niat mengurangi beban,malah menambah beban..

    ReplyDelete
  29. Saya dulu nasabah BRI, tp saya berpindah karena pada saat mau menutup sblm jatuh tempo kena bunga yang luar biasa. Kalau mmg mau flat ya flat az. Sekarang saya pindah ke Bank Jateng yang sistemnya bunga menurun. Lebih Islami. Saat sisa hutangnya banyak ya bunganya banyak, pokoknya sedikit. Seiring waktu....kalkulasinya bunganya menurun karena sisa pokok pinjaman mmg sdh berkurang. Lebih bisa diterima akal sehat.

    ReplyDelete
  30. Pengalaman sy disalah satu B** di Jambi,

    Kredit sy 70jt, jangka waktu 60 bulan, sesudah berjalan 30 bulan sy mau melunasi
    Betapa terkejut nya sy ketika bagian kredit bilang sy harus membayar 12 kali bunga dari pokok pinjaman awal yaitu 70jt, dengan bunga lebih dari 10jt.

    Sy protes karna hutang sy tinggal setengahnya, kenapa dihitung dari 70 jt, dan mereka bilang ini sudah dari sistim🤮

    Tapi sy tidak Terima dan terjadi perdebatan keras, yg ahirnya mereka meralat, pernyataannya : " Baik lah bapak cukup membayar 12 kali bunga dari sisa hutang"

    Ahirnya sy membayar bunga 5jt an dari perhitungan awal mereka 10 jt an

    Bayangkan jika sy tidak protes, artinya mereka akan memakan uang haram dari hasil memeras sy, senilai lebih dari 5 jt, dan entah sudah berapa banyak hal serupa sudah mereka lakukan pada nasabah yg lain

    Sy harap pengalaman sy bisa dijadikan pelajaran untuk teman2 yg mengalami hal serupa 🙏

    ReplyDelete
    Replies
    1. ini saya masih berjuang sendirian utk keberatan dengan jeratan biaya penutupan yg tdk jelas..

      Delete
  31. Sampai saya komen di situs ini karena saya merasa kecewa dengan kebijakan BRI terhadap finalty yang dikenakan ke nasabah terlalu berlebihan 12 x bunga berjalan bila melakukan pelunasan.

    Ditengah Pandemi ini seharusnya pihak bank merasa prihatin terhadap nasabah yang yang secara menyeluruh mempunyai masalah untuk membayar angsuran kredit per bulannya... dengan demikian perlu kiranya BRI memberi keringanan terhadap nasabah... apalagi mengatasnamakan Bank Rakyat.

    Kalau kita lihat dari beberapa bank swasta atau daerah...yang saya tanyakan tidak ada kena finalty sebanyak itu ... beberapa kali saya negosiasi mengenai biaya finalty ke pihak bank selalu mentok pada system... kalau selalu mengacu pada system... dimana peran SDM yang mempunyai hati nurani.. unyuk mengambil kebijakan sesuai situasi dan kondisinya?

    ReplyDelete
  32. Assalamu'alaikum mohon maff bukan maksudku tidak berterima kasih dengan Bank BRI tapi alangkah baiknya jika ingin mengajukan suplesi seperti tahun lalu tidak di persulit gara2 sekarang gak boleh suplesi saya mau buat biaya berobat harus hutang online dan yg sangat saya sayangkan pihak marketing kenapa tidak bisa menjawab adanya pinalti dan apakah jika telat bayar di tanggal ada denda penjelasan kurang masuk akal
    Seharusnya di masa pandemi ini di permudahkan urusannya

    ReplyDelete
  33. Inj ada sebuah cerita lagi ini Kaka saya hutang 25jta mau pelunasan tapi mau ambil lagi ini masih kurang 6bulan dengan angsuran per bln 1.354.000 seharunya kan 1.354.000*6 ya oke katakan sekarang ada finalti
    Dan biaya finalti 300 per bulan jadi 1jta 800 RB Ya di tambah 1.354.000=seharusnya kan byr e 9.924.000 tapi kenapa di suruh bayar 13 juta itu rincian gimana ????
    Terus lagi uang yg ada di tabungan juga gak ada kemana???
    Satu lagi apakah kalau telat per tgl ada denda kenpa sebagai petugas tidak bisa menjawab
    Kenapa punya slogan Melayani setulus hati
    Tapi ini malah mempersulit namanya ..sekali mohon penjelasannya yg paham atau ada petugas yg bersangkutan

    ReplyDelete
  34. Saya juga nasabah BRI, saat ini mau menutup pinjaman saya 95jt, merasa dirugikan dengan itungan yang tdk jelas.
    Sebagai rakyat Indonesia yang dimiskinkan BRI, saya ingin mengajukan gugat, bagaimana caranya, dan siapa yang mau ikut serta..?

    #keluh kesah :
    - mestinya para pejabat BRI, dan karyawannya punya urat malu untuk bekerja dan meneima upah dari korporasi BRI dengan kebijakan seperti itu. Mosok BUMN kok memiskinkan dan menyengsarakan rakyat. Heran...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya siap mas
      Sama dengan kasus saya
      Hutang 175 udah angsur 8x sisa pkok hutang tinggal 146 mau dilunasi malah kena pinalty 12x bunga jadi 166 ini bank kok memanfaatkan kedudukan

      Delete
  35. Dari rakyat untuk rakyatJune 3, 2021 at 11:15 AM

    Baru kemarin istri saya mau pelunasan ke bank bri eh pinalty nya gak masuk akal.pokok nya 8 juta bunga nya 7 juta padahal sisa ngsuran cuman 3x aja.tapi berasa mencekik seperti rentenir aja pemberlakuan nya...kalau sudah tau kayagini pikir pikir aja lagi nanti kedepan nya...

    ReplyDelete
  36. Bagaimana solusinya saya jg demikian sama dg saudara2 sekalian, masak 206.000.000- pelunasan sbl jatuh tempo jadi 274.000.000,- ada solusi kah

    ReplyDelete
  37. Tolong dong perbankan jangan isap darah rakyat. Tolong permudah masalah pelunasan, rakyat sudah sangat terbebani dengan keadaan ini , hutang ini dan bila ingin pelunasan mungkin nasabah jual rumah atau apa lah supaya tidak terus2an memikirkan cicilan , blm tentu melunasi karena lg kebanyakan uang, tolong kebijakan nya 🙏

    ReplyDelete
  38. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete